Senin, 18 Januari 2016

OTOT

      A.    Judul Praktikum
OTOT

      B.     Tujuan
1.      Mempelajari respon otot terhadapa berbagai macam rangsang
2.      Mengukur kecepatan kontraksi tunggal otot rangka
3.      Mempelajari periode-periode kontraksi otot yang mengalami kelelahan

       C.    Landasan Teori
Otot disebut alat gerak aktif karenamampu menghasilkan gerakan tubuh. Jaringan otot seperti jaringan tubuh lain yang memiliki sifat peka terhadapa rangsangan (Sifat iritabilitas), mampu merambatkan impuls (Sifat konduktivitas), mampu melaksanakan reproduksi dan metabolism. Sifat jaringan otot yang khas adalah memiliki kemampuan untuk berkontraksi (Sifat kontraktilitas) yang tinggi. Sifat kontraktilitas ini disebabkan sel-sel otot memiliki protein kontraktil, yaitu aktin dan myosin yang tidak dimiliki oleh jaringan yang lain.
Sifat iritabilitas otot ditunjukan oleh kemampuan otot untuk mengenal dan dan merespon rangsangan yang langsung mengenainya, tanpa tergantung dari jaringan saraf yang biasanya mengaktifkannya. Sifat iritabilitas ini dapat melemah, misalnya otot dalam keadaan lelah, dan dapat meningkat apabila otot dalam kondisi optimum (cukup makanan dan oksigen).
Kemampuan otot bergerak dikarenakan sel otot mengandung protein kontraktil, yaitu myosin sebagai penyusun filamen tebal, dan aktin, topomiosin, troponin, sebagai penyusun filament tipis. Selama kontraksi, filament-filamen bergerak relative satu terhadap yang lain untuk menghasilkan pemendekan dan tegangan. Pergeseran terjadi akibat siklus jembatan silang myosin yang berulang-ulang dengan menggunakan energy ATP, yang dipicu oleh tingkat Ca++ sistolik yang dibebaskan akibat adanya eksitasi pada membrane sel otot. Ada tiga macam otot, yaitu otot polos, otot rangka dan otot jantung yang struktur fungsi serta sifat kontraksinya berbeda-beda.

        D.    Alat dan Bahan
1.      Alat
-     Gunting bedah
-     Bak bedah
-     Sonde
-     Kymograph
-     Stimulator
-     Flaw- jaw clamp
-     Double camp
-     Frog clip
-     Ligh muscle lever
-     Flat base stand
-     Garputala
-     Pinset
-     Benang
2.      Bahan
-     Katak yang masih hidup
-     Larutan fisiologis (Ringer’s)

            E.     Cara Kerja
1.      Mengisolasi otot Gastrocnemius (Otot betis)
a.       Potonglah bagian kepala katak dari bagian belakang membrane timpani (Dekapitasi)
b.      Rusaklah sumsum tulang belakang dengan cara menusuk dengan sepotong kawat atau sonde sedalam-dalamnya sehingga katak menjadi le,as
c.       Untuk mendapatkan otot gastrochemius dari sebuah kaki katak, lakukan cara sebagai berikut:
-          Pisahkan otot gastrochemius dari otot lainnya dengan cara measukan sonde pada daerah antara otot tersebut dengan otot lainnya (untuk mempelajari respon otot terhadap berbagai macam rangsang, cukup kerjakan sampai sini dulu)
-          Lepaskan pula bagian tendo achiles pada daerah tumit katak dengan menggunakan gantung
-          Ikatkan sehelas benang pada bagian ujung tendon paha, potonglah bagian benang yang berlebih sehingga memungkinkan untuk di ikatkan pada otot.
-          Pisahkan otot paha dari saraf sciatiknya
-          Ikatlah saraf sciatic tersebut dengan sehelai benang dan potonglah pada bagian atas dari iktan tadi
-          Potonglah otot dan tulang pahanya
-          Selama  melakukan kegiatan diatas tubuh katak terutama otot gastrocnemius selalu dibasahi dengan larutan ringer’s demikian pula pada waktu melakukan percobaan.
2.      Pengaruh berbagai rangsang terhadap kontraksi otot
a.       Letakkan katak pada bagian punggungnya di atas bak bedah, lakukan tiga macam rangsang pada otot gastrocnemius sebagai berikut:
-          Rangsang mekanik: Otot dijepit dengan pinset
-          Rangsang elektrik: kawat dihubungkan dengan stimulator, ditempatkan pada otot dan kemudian diberi arus.
-          Rangsang termis: sebatang kawat yang telah dipanaskan langsung di atas api ditempelkan pada otot
b.      Perhatikan hasil yang didapatkan dari masing-masing pemberian rangsang tersebut diatas, buat catatannya.
3.      Respon Otot terhadap rangsang tunggal dengan intensitas rangsang yang berbeda
a.       Pasanglah peralatan yang akan kita pakai dengan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan (kymograph, stimulator dan peralatan lainnya) hal ini dilakukan sebelum mengisolasi otot gastricnemius.
b.      Pisahkan sebagian tulang dan otot femur dari bagian tubuh katak yang lainnya, tulang femur dijepit dengan kuat pada penjepit tulang, sedangkan benang yang mengikat tendon archiles dihubungkan dengan pengungkit otot.
c.       Perangsangan otot dilakukan dengan kawat listrik yang dihubungkan dengan rangsang induksi pada stimulator atau sumber arus lainnya, sedangkan signal magnet dihubungkan pada magnet.
d.      Untuk rangsangan pertama berikan tegangan arus sekecil mungkin sehingga respon otot yang minimal. Tromol tidak digerakan sehingga gerakan ke atas dan ke bawah hanya menimbulkan satu goresan. Ulangi percobaan diatas dengan tegangan kuat arus yang sama. Sebelumnya tromol diputar lenih kurang dari 1cm dari posisi semula dengan menggunakan tangan.
e.       Lanjutkan pemberian rangsang dengan kuat, tegangan arus yang lebih kuat dari point ‘d’, lakukan percobaan sesuai point ‘d’.
f.       Lanjutkan percobaan tersebut dengan pemberikan kuat tegangan arus yang lebih kuat dari percobaan sebelumnya, hentikan percobaan jika sudah didapatkan kontraksi maksimal dari otot tersebut (perhatikan tinggi goresan yang dihasilkan masih bertambah atau tidak).
4.      Kontraksi tunggal otot rangka
              Kontraksi tunggal otot rangka merupakan hasil rangsangan tunggal, umumnya terdiri dari tiga periode yaitu: periode laten, saat dari mulai pemberian rangsang sampai mulai timbul respon. Periode kontraksi, fase pemendekan. Periode relaksasi, setelah pase pemendekan otot kembali ke keadaan semula.
a.       Alat yang digunakan sama dengan yang digunakan pada percobaan ‘C’, ditambah dengan garputala yang dipasang dibawah signal magnet, pencatatan digunakan dengan tromol cepat.
b.      Pasanglah otot gastrochemius yang baru sesuai dengan percobaan ‘C’.
c.       Perhatikan kedudukan semula jarum pencatat pada tromol. Semua jarum pencatat harus ada pada bidang vertical yang sama.
d.      Berilah rangsangan elektrik yang cukup kuat pada otot gastrochemius tersebut, bersamaan dengan itu putarlah tromol dan getarkan pula garputalanya.
e.       Ulangi percobaan tersebut, usaha grafik yang dihasilakan tidak mengganggu grafik lainnya yang sudah ada. Jangan memberikan rangsangan apapun pada otot tersebut sebelum digunakan agar hasil yang didapatkan cukup baik.
f.       Tentukan daerah mana yang dimaksud dengan daerah periode laten, periode kontraksi dan daerah periode relaksasi.
5.      Kelelahan
a.       Setelah percobaan ‘D’ diperoleh hasil yang cukup baik, rangsanglah otot tersebut berkali-kali tanpa mencatat pada kymograph.
b.      Bila gejala kelelahan sudah terlihat (perhatikan perubahan kontraksinya), buatlah pencatatan kontraksi otot tersebut seperti pada percobaan ‘D’.
c.       Bandingkan grafik yang didapatkan dengan grafik pada percobaan ‘D’.


         F.     Hasil Pengamatan
a.        
Jenis Rangsang yang diberikan
Tanggapan yang diberika oleh otot
Keterangan
Rangsang  tunggal
Bergerak pelan dan pada grafik garputala menunjukan satu goresan
Menggunakan alat kymografi
Rangsang  ganda
Bergerak agak cepat dan pada grafik garputala menunjukan lebih dari satu goresan
Menggunakan alat kymografi

b.       
Besarnya intensitas rangsang
Tanggapan yang diberika oleh otot
Keterangan
Arus tegangan kecil
Bergerak pelan dan pada grafik garputala menunjukan satu goresan
Menggunakan alat kymografi
Arus tegangan besar
Bergerak agak cepat dan pada grafik garputala menunjukan lebih dari satu goresan
Menggunakan alat kymografi
Arus tegangan besar dan lama
Bergerak dengan cepat dan lambat laun melemah yang menandakan otot mengalami tetanus. Dan pada grafik, garpu tala menunjukan garis lurus.
Menggunakan alat kymografi

c.       Beri keterangan hasil dari grafik yang diperoleh!



       G.    Pembahasan
Pada percobaan yang telah dilakukan dapat dijelaskan bahwa otot memiliki kemampuan untuk mengenal dan merespon rangsangan yang mengenainya tanpa tergantung jaringan saraf. Karena pada percoban yang telah dilakukan walaupun otot telah dipisahkan dari jaringan-jaringan lain, otot masih dapat melakukan kontraksi atau gerakan sesuai dengan rangsang yang diberikan.
Hal tersebut dikarenakan otot mengandung protein kontraktil sebagai penyusun filament. Sehingga otot masih dapat bergerak secara baik saat berada dalam kymografy dengan hanya di berikan larutan fisiologi saja, dan pada saat berada dalam alar kymorafy diusahakan otot harus tetap basah agar dapat terus bergerak sampai otot mengalami kelelahan dan tetanus.

       H.    Pertanyaan
1.      Sebutkan perbedaan respon otot terhadap tiga macam rangsangan yang dipakai!
Jawab : Rangsang elektrik, perbedaan antara respon tunggal dengan respon ganda. Respon tunggal yaitu respon yang terjadi apabila rangsang yang diberikan masih rangsang ambang sehingga otot hanya menimbulkan satu goresan pada grafik. Sedangkan respon ganda  menimbulkan gelombang yang cepat pada grafik.
2.      Rangsang manakah yang terbaik yang dipakai dilaboratorium dan mengapa?
Jawab: Menurut kelompok kami rangsang yang terbaik adalah rangsang elektrik, karena pada jenis rangsang ini kita dapat mengetahui tanggapan atau gerakan otot yang diperlihatkan pada grafik sehingga kita dapat mengetahui jenis rangsang yang timbul dari otot tersebut.
3.      Apa yang dimaksud dengan tendon dan apa fungsinya?
Jawab : tendon adalah jenis jaringan lunak yang menghubungkan jaringan otot dengan tulang, mirip dengan ligament yang menghubungkan tulang dengan tulang mereka dapat ditemukan diseluruh tubuh dari kaki sampai tangan.
Fungsinya untuk bertindak sebgai peregangan dan mekanisme rekoli (kembali) yang mentransmisikan gaya yang dihasilakan oleh otot ke tulang atau sendi yang terpasang.
4.      Apakah perbedaan stimulus minimal, stimulus sub maksimal dan stimulus maksimal?
Jawab : stimulus minimal merupakan rangsangan terkecil yang tepat menimbulkan tanggapan rangsangan sub maksimal sedangkan sub maksimal merupakan rangsangan yang intensitasnya bervariasi dari rangsang ambang sampai rangsang maksimal. Stimulus maksimal merupakan rangsang yang dapat menimbulkan tanggapan maksimal.

     I .       Kesimpulan

Pada praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa respon yang timbul dari otot tergantung kepada setiap jenis rangsang yang diberikan. Apabila jenis rangsang elektik berada dalam arus kecil, maka gerakan otot sangat minim yang sering disebut gerakan otot tunggal. Sedangkan saat arus listrik pada kymografi dinaikkan gerakan otot saat cepat dan menimbulkan garis yang padat. Sehingga saat dilakukan rangsang secara berulang dan terus menerus otot mengalami kelelahan atau tetanus sehingga garis yang ditunjukan hanya berupa garis lurus saja. 
J. Lampiran-lampiran

















1 komentar:

  1. Slots, Jackpots and Table Games at a Casino
    Online slots by 윈벳 NetEnt are the new games that NetEnt has 승인 전화 없는 토토 사이트 released. 점심 메뉴 룰렛 A classic slot has 3 reels, and 승부 예측 사이트 3 rows. 토토 프로토

    BalasHapus