Senin, 18 Januari 2016

SISTEM SARAF

     A.     Judul Praktikum
SISTEM SARAF

     B.     Tujuan
Kegiatan I :
Refleks Pada Katak, untuk mempelajari repleks normal dan spinal pada Katak
Kegiatan II :
Refleks Pada tendon Manusia, untuk mempelajari refleks tendon pada patella manusia

      C.    Landasan Teori
Tiap bagian susunan syaraf pusat mempunyai fungsi tertentu. Dengan sifat merangsang (fasilitasi) atau menghambat (Imbibisi) bagian-bagian tertentu dari  otak dan selanjutnya mengawasi reaksi-reaksi yang timbul, dapat diambil kesimpulan yang tepat mengenai fungsi bagian-bagian tersebut. Apabila suatu bagian tubuh dirangsang, maka bukan bagian tubuh itu saja yang bereaksi terhadapa rangsangan tubuh tersebut, tetapi dapat juga bagian-bagian tubuh yang lain. Hal ini terjadi karena suatu reseptordirangsang cukup kuat, maka rangsangan tersebut diteruskan melalui syaraf aferen berpusat. Dipusat, rangsangan tersebut diteruskan melalui rangsangan asesoris menuju ke beberapa syaraf eferen dan lebih dari satu efektor. Jadi apabila syaraf eferen terangsang, efektor-efektor tersebut akan serempak bereaksi.
Unit dasar aktivitas integratif saraf adalah busur reflek. Busur ini adalah terdiri dari organ sensorik, reseptor neuron aferen, satusinap atau lebih pada integrasi sentral, neuron aferen dan efektor. Pada mamalia dan manusia, hubungan neuron aferen dan eferen saraf somatik adalah dalam otak atau medula spinalis.
Neuron aferen masuk melalui radiks dorsal atau saraf-saraf kranial dan badan selnya terletak pada ganglion radiks dorsal ganglion yang sejenis dari saraf kranial. Serabut eferen meninggalkan rangsang melalui radiks ventral atau saraf motorik kranial yang sejenis. Didapatkan dua macam refleks yaitu:
a.       Reflek monosinaps; dimana hanya terdapat satu sinaps antara serabut aferen dan eferen ( contoh: Refleks pada bagian patelia atau refleks achiles).
b.      Refleks polisinaps yang mempunyai busur refleks dengan lebih dari satu interneuron diantara neuron aferen dan eferen (contoh: Refleks pada kornea mata).
Aktifitas refleks baik yang monosinaps ataupun polosinaps adalah stereotipe dan spesifik menurut perangsangan dan responnya, dimana rangsangan tertentu akan menimbulkan jawaban tertentu pula.

      D.    Alat dan Bahan
Pada Kegiatan Pertama, alat dan bahannya yaitu:
1.      Alat
-     Akuarium
-     Bak bedah
-     Statif
-     Rantai penggantung
-     Sonde atau pengaduk gelas
-     Gunting bedah
-     Beaker glass
2.      Bahan
-     Katak
-     Larutan HNO3 encer
-     Larutan H2SO4 : 1%, 3%, 5%
-     Larutan HNO3 pekat
-     Larutan fisiologis (NaCl 0,6%)

Pada Kegiatan Kedua alat yang digunakan adalah
-     Palu atau alat pemukul lainnya
-     Kursi

       E.     Cara Kerja
KEGIATAN PERTAMA
1.      Katak normal
a.       Peganglah katak yang masih hidup dengan tangan kiri dan genggamlah kedua kaki belakangnya, kemudian dekatkan gelas pengaduk atau sonde pada daerah mata. Amati refleks yang terjadi.
b.      Sentuh nares eskternal pada katak tersebut dan perhatikan gerakan nares eksterna tersebut.
c.       Usaplah bagian tenggorokan sampai bagian perut dan perhatikan gerakan anggota badan anterior.
d.      Goreskanlah atau sentuhkanlah bagian lateral atau dorsal tubuh katak, apakah katak tersebut berbunyi.
e.       Peganglah kedua kaki depannya dan biarkan kedua kaki belakang bebas, kemudian goreskan gelas pengaduk yang telah di celupkan kedapal HNO3 encer pada punggungnya. Amati apa yang terjadi.
f.       Lakukanlah sumasi rangsang kimia seperti pada katak yang telah mengalami dekapitasi.
2.      Katak yang telah didekapitasi
Seekor katak yang telah dihilangkan otaknya disebut katak yang hanya memiliki spinal (Spinal Frog) atau katak didekapitasi. Ketika mengangkat otaknya kerjakan dengan cara hati-hati agar tidak merusak tulang belakangnya (spinal cord). Perhatikan cara berikut: masukan gunting bedah kedalam mulut katak dan angkat kepalanya, kemudian guntinglah bgian bawah membrana timpani. Tutuplah ujung potongan tersebut dengan kapas dan gantunglah katak tersebut pada statif dengan mengait rahang bawahnya. Tetesi dengan larutan fisiologis agar kesadarannya pulih kembali. Setelah kata siuman, kerjakan hal-hal berikut:
a.       Masukan katak tersebut kedalam aquarium perhatikan gerakannya!
b.      Kemudian terlentangkan katak pada bak bedah, perhatikan apakah katak berusaha untuk berbalik atau tidak.
c.       Selanjutnya letakkan kata tadi pada bidang miring mengarah kebawah bidang tersebut, perhatikan gerakannya.
d.      Gantunglah katak tersebut pada bagian bawah rahanyya.
e.       Lakukanlah sumasi dengan rangsang zat-zat kimia seperti: sediakan tiga gelas beaker glass yang masing-masing berisi larutan H2SO41%, 3%, 5%. Teteskan larutan pada jari katak pada larutan terlemah, ulangi beberapa kali sampai terjadi respon.  Kemudian ulangi pada jari katak dengan larutan yang lebih kuat.
f.       Sentuhkan ujung jari kaki belakang dan jari kaki depan katak dengan menggunakan benda panas, perhatikan reaksinya.
g.      Sentuhlah bagian ventral atau perutnya dengan benda panas, bagaimana reaksinya.

KEGIATAN KEDUA
1.      Duduklah salah seorang praktikan pada kursi dan biarkan salah satu kakinya dalam keadaan bebas dan santai.
2.      Pukullah ligamentum patellanya dibawah tempurung lutut dengan palu atau alat pemukul lainnya.
3.      Perhatikan gerakan kaki tersebut.

      F.     Hasil Pengamatan
KEGIATAN PERTAMA
1.      Katak Normal
Jenis Rangsang
Tanggapan yang diberikan Katak Normal
Tanggapan yang diberikan Katak Normal dengan sentuhan benda panas
Sentuhan sonde pada daerah mata
Berkedip dan selaput mata menutup
Berkedip dan selaput mata lama menutup dan membuka kembali
Sentuhan nares eksterna
Nares eksterna gerak
Naras eksterna bergerak
Sentuhan bagian tenggorokan sampai bagian perut
Kaki belakang bergerak ke atas
Kaki belakang mengangkat ke atas
Sentuhan bagian lateral atau dorsal tubuh katak
Katak tidak bunyi
Katak berbunyi
Memegang kaki depan
Kedua kaki belakang mengngkat ke atas
-
H2SO4 1%
H2SO4 3%

H2SO4 5%
-  Tidak ada respon
-  Bagian ujung jari berkejut (kejang-kejang)
-  Bagian kedua kaki belakang mengankat ke atas dengan cepat
-
HNO3 encer
Berontak, katak mngalami pelepuhan
berontak,katak menalami pelepuhan

2.      Katak yang telah Didekapitasi
Jenis Rangsang
Tanggapan yang diberikan Katak didekapitasi
Di  sntuh oleh sonde panas pada bagian kaki
 Ujung jari katak Kejang kejang
Digantung pada statif dan diberi rangsang dengan larutan
H2SO4 1%
H2SO4 3%
H2SO4 5%
HNO3 pekat




-      Tidak memberi respon
-      Ujung jari kaki pada katak bergerak-gerak
-      Ujung jari katak bergerak dan kaki mengankat ke atas
-      Gerakan yang di berikan oleh katak sangat cepat (berusaha untuk meloncat)dan terjadi pelepuhan pada kulit katak
Direnangkan
Berenang hanya bagian kaki belakang yang bergerak
Diterlentangkan
Ke empat kaki bergrak-gerak  dan berusaha untuk membalikan badan

KEGIATAN KEDUA
Nama
Repon atau Gerakan Kaki
Keterangan
Isman
-      Mengankat kaki kearah depan  (seolah menendang)
-      Mata berkedip
-      Anggota badan bagian atas bergerak
-      Mengeluarkan suara “aww”
-      Tangan terkejut sehingga mengangkat ke atas
Di pukul oleh palu

      G.    Pembahasan
KEGIATAN PERTAMA
            Pada kegiatan praktikum yang telah dilakukan dapat di jelaskan bahwa setiap rangsangan yang diberikan pada katak normal akan memberikan respon atau gerakan yang terarah, karena pada katak normal system saraf masih melakukan koordinasi yang normal antara saraf pusat dengan saraf tepi.sehingga tanggapan yang dilakukan oleh katak normal akan serempak bereaksi. Hal tersebut sesuai dengan dasar teori pada percobaan system saraf, bahwa apabila suatu bagian tubuh dirangsang makan bukan bagian itu saja yang bereaksi terhadap rangsangan tersebut tetapi dapat juga bagian tubuh yang lain hal itu terjadi Karena bila suatu reseptor  dirangsang cukup kuat, maka rangsangan tersebut diteruskan melalui system saraf aperen di pusat, dipusat rangsangan tersebut diteruskan melalui beberapa saraf asesoris, menuju ke beberapa saraf eferen dan lebih dari satu efektor. Jadi apabila saraf aferen terangsang, efektor-efektor tersebut akan serempak bereaksi.
            Sedangkan pada katak yang sudah di dekavitasi gerakan atau  tanggapan yang dilakukan oleh katak tidak terarah karena hal ini berkaitan dengan system saraf pusat pada katak telah di dekavitasi, sehingga koordinasi yang terjadi antara system saraf pusat dengan tepi tidak berjalan secara normal hanya bagian system saraf tepi saja yang melakukan respon terhadap rangsangan yang diberikan. Contohnya seperti respon yang lakukan oleh katak hanya menggerakan bagian kedua kaki belakang saja ketika dimasukan ke dalam air.

KEGIATAN KEDUA
            Dari kegiatan praktikum ke dua dapat dijelaskan bahwa setiap rangsangan yang diberikan pada salah satu bagaian tubuh memberikan respon yang berbeda-beda pada bagian tubuh secara serempak, karena adanya koordinasi antara saraf pusat dengan saraf lainnya.

       H.    Pertanyaan
1.      Pada katak yang telah didekapitasi, apakah masih sanggup merespon semua jenis rangsang yang diberikan? Jelaskan jawaban anda!
Jawab : iya, hanya respon yang diberikan tidak terarah hal tersebut disebabkan karena pada katak yang telah di dekapitasi hanya bagan saraf tepi saja yang mampu menanggapi rrangsangan yang diberikan.
2.      Apaka yang dimaksud dengan Refleks? Jelaskan bagaimana mekanismenya!
Jawab : reflex adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar dan merupakan respon segera setelah adanya rangsang.
Mekanismenya : rangsang yang diterima oleh reseptor atau alat indra dibawa oleh sel saraf sensorik ke smsum tulang belakang untuk diperoses dan reespon tadi diteruskan oleh sel saraf motorik ke otot untuk melakukan reaksi berupa gerakan-gerakan.

       I.       Kesimpulan
            Pada praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada katak normal system koordinasi saraf antara saraf pusat dengan saraf tepi masih berkoordinasi secara baik karena keadaan masih sempurna. Sedangkan pada katak yang sudah di dekapitasi system saraf tidak berjalan dengan baik karena adanya salah satu bagian system saraf yang hilang sehingga koordinasi yang dilakukan tidak terarah.
            Pada praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada system saraf manusia memiliki mekanisme yang baik antara system saraf pusat dengan saraf tepi sehingga saat dilakukan rangsangan terjadi beberapa respon yang diberikan.

 J. lampiran- lampiran















2 komentar:

  1. Casinos Near Casinos Near Casinos and Resorts in Greater
    A map showing casinos 사천 출장마사지 and other gaming facilities located near Casinos and 목포 출장마사지 Resorts in 경주 출장샵 Greater Las Vegas, located 춘천 출장안마 in Las 사천 출장안마 Vegas at 1 Casino Drive,

    BalasHapus
  2. joya shoes 559x1fcimo001 outdoor,INSOLES,Joya Shoe Care,walking,fashion sneaker,boots joya shoes 960a5zgasz295

    BalasHapus